Hari ini, PKS Gelar Aksi Peduli Timur Tengah


“Kita tidak ingin Libya menjadi seperti Irak. Ini harus dicegah.” (PKS)

JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan mengerahkan sekitar 200 ribu kader dan simpatisannya, di Jakarta, Minggu (27/3) siang untuk “Aksi Kepedulian Indonesia untuk Krisis Timur Tengah”.

Siaran pers DPP PKS yang diterima di Jakarta, Sabtu (26/3), menyebutkan, massa PKS dari wilayah Jabodetabek itu akan berkumpul di Lapangan Monas, Minggu (27/3) mulai pukul 12.30 WIB.

Menurut Koordinator Aksi, Tubagus Arif, aksi kepedulian itu akan dihadiri tokoh nasional dari berbagai ormas, orpol, juga tokoh lintas agama.

Di antaranya Ketua Badan Kerja Sama Antarparlemen (BKSAP)DPR Hidayat Nurwahid, politisi senior PDIP Sabam Sirait, Wakil Ketua DPD La Ode Ida, Pendeta Dr Nus Riemas (Ketua Wali Gereja Injil Indonesia), politisi PKS Yoyoh Yusroh, Triwisaksana, dan Selamat Nurdin, serta sejumlah tokoh lainnya.

Tubagus mengemukakan, aksi itu digelar sebagai bentuk kepedulian dan rasa prihatin yang mendalam atas nasib masyarakat sipil yang menjadi korban krisis politik dan konflik bersenjata, yang berkecamuk di sejumlah negara di Timur Tengah, seperti di Yaman, Bahrain, Libya, juga di Palestina.

“Sebagai bangsa yang cinta damai kita mengharapkan semua pihak yang bertikai mau duduk mencari solusi terbaik bagi bangsa dan negaranya masing-masing tanpa harus mengorbankan masyarakat sipil,” kata Tubagus.

PKS meminta pemerintah Indonesia agar mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi untuk mengakhiri krisis politik dan konflik bersenjata tersebut guna menghindari jatuhnya korban rakyat sipil yang lebih banyak lagi.

Khusus mengenai krisis di Libya, PKS mengharapkan agar pemerintah Indonesia mendesak PBB untuk mengawasi dengan ketat aksi tentara koalisi di Libya. Menurut Tubagus, tanpa pengawasan yang ketat dikhawatirkan pasukan koalisi di bawah komando Amerika Serikat hanya akan menimbulkan persoalan baru di negeri kaya minyak itu.

PKS berpendapat, motif pasukan koalisi harus sesuai dengan mandat PBB yaitu menjaga zona larangan terbang agar milter Libya tidak semena-mena menembaki dan membom rakyatnya sendiri dengan pesawat tempur. di Libya.

Jika tidak dikontrol, ujar Tubagus, dikhawatirkan motif pasukan koalisi berubah dari menjaga zona larangan terbang menjadi invasi dan akhirnya menduduki Libya.

“Kita tidak ingin Libya menjadi seperti Irak. Ini harus dicegah,” katanya. PKS, kata Tubagus, mendukung perjuangan rakyat Libya yang mengingikan demokratisasi. “Tapi kita tidak mau hal itu ditunggangi kepentingan Barat yang ingin menguasai sumber daya alam Libya,” tandas dia.

*sumber: Republika Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: