Hamas: Mengadili Penjahat Israel adalah Wajib


[ 10/04/2010 – 02:15 ]

Detikworld-Damaskus – Infopalestina: Gerakan Hamas menegaskan, pembantaian Der Yasin adalah ungkapan arogansi dan brutalisme Israel dan cara penjajah mengusir bangsa melalui pembantaian-pembantaian.

Dalam salinan pernyataannya kemarin Jumat (9/4) dalam rangka mengenang 62 tahun Hamas menegaskan, pembantaian Der Yasen oleh Israel bukanlah pembantaian satu-satunya yang dilakukan Israel. Ia hanya rangkaian dari rentetan pembantaian dan kejahatan Israel yang digelar si Thanturah, Shafshaf, Abu Shaushah, Lud, Qabiah, Kafr Qasim, Samu’, Bahr Baqar dan lain-lain. Hamas menegaskan, ini adalah kejahatan Israel yang terus diterapkan hingga hari ini dan terakhir mereka menggelar aksi pembantaian terbesar di Jalur Gaza terhadap anak-anak, wanita dan kakek-kakek.

Hamas menegaskan, keyakinan Israel bahwa aksi pembantaian itu akan mematahkan tekad bangsa Palestina untuk melepaskan haknya sebagai keyakinan salah sebab dengan tindakan Israel itu akan semakin memperkuat tekad bangsa Palestina untuk melawan dan merebut haknya dan memerdekakan tanah Palestina. Sebab Israel tidak paham kecuali bahasa kekerasan.

Hamas juga menegaskan sebagai berikut:

– Yahudisasi Al-Quds dan pengusiran warganya saat ini oleh Israel, dan semua kekerasan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat adalah cara yang memang dikembangkan Israel sejak berdiri dan akan berlanjut.

– Pembantaian Der Yasen dan seluruh pembantaian yang dilakukan Israel terhadpa bangsa Palestina, terakhir di agresi Gaza tahun 2008 -2009 adalah kejahatan kemanusiaan dan kejahatan perang yang tidak bisa dibiarkan. Kami akan mengejar dan mengadili mereka di level dunia internasional. Kami akan tetap melanjutkan laporan Goldstone dan rekomendasi internasional lainnya.

– Kami menyerukan kepada lembaga, organisasi internasional, mahkamah internasional bangsa Arab dan Palestina untuk mengejar dan mengadili penjahat perang Israel sebegai pembelaan terhadap nyawa para syuhada.

Pembantaian Der Yasen yang dilakukan Israel pada 9 April 1948 saat itu memanfaatkan keguncangan para mujahidin Palestina karena meninggalnya komandan mereka Abdul Qadir Husaini dalam pertempuran Qistal. Saat itu mafia zionisme Starin, Argon dan Hagana menyusup ke desa Der Yasen pada jam 2.00 dini hari dan melakukan pembunuhan, mutilasi, penyincangan terhadap mayat wanita dan anak-anak, sebuah pembantaian yang paling brutal dalam sejarah manusia. (bn-bsyr)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: