Israel Tangkap Lebih Dari 1400 Warga Sejak 3 Bulan Lalu


[ 04/04/2010 – 03:28 ]

Detikworld-Gaza – Infopalestina: Komisi tinggi nasional urusan tawanan tahun 2010 menegaskan, pemerintah Israel telah menangkap lebih dari 1400 warga Palestina dalam kurun waktu seperempat tahun. 90 wara diantaranya dari Gaza.

Ketua komisi, Riyadh Al-Asyqar, dalam pernyataan persnya, Ahad (4/4) mengatakan, ada peningkatan siginifikan mengenai jumlah tawanan yang ditangkap dari Tepi Barat dan Al-Quds selama sebulan kemarin. Lebih dari 400 warga ditangkap dari sejumlah kota dan distrik, mayoritas dari Al-Quds.

Diantara yang tertangkap tersebut sebanyak 90 warga berasal dari Jalur Gaza, 18 diantaranya nelayan dan puluhan lainya ditangkap di perbatasan setelah ditembak terlebih dahulu.

Diantara yang tertangkap juga terdapat tujuh wanita dan gadis. Tiga diantaranya sudah dibebaskan dan empat lagi masih mendekam dalam penjara. Salah satunya dipindahkan setatusnya menjadi tahanan administrative selama tiga bulan. Dialah Muntaha Thawil (44 tahun),istri dari kepala distrik Al-Birah dan satunya, seorang gadis, Ulya Abdul Majid dari Hebron.

Dengan penangkapan ini, jumlah tawanan perempuan Palestina di penjara Israel mencapai 37 orang, menyusul terbebasnya 33 tawanan yang termasuk dalam transaksi pembebasan pada Oktober tahun kemarin.

Seperti diketahui, sebanyak 225 tawanan Palestina terdiri dari anak-anak dibawah umur. Komisi Palestina urusan tawanan melansir operasi penangkapan yang dilakukan pasukan Zionis akhir-akhirnya semakin meningkat. Bahkan mereka menangkap anak-anak yang berumur di bawah 12 tahun. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan mengingat Zionis sebegai negara teroris yang tak membedakan anak-anak dan dewasa, wanita atapun orang tua, untuk menimbulkan ketakutan di kalangan warga terutama anak-anak wan wanita.

Sebagai contoh, pemerintah Zionis menangkap Amir Muhtasab (9 tahun) dan saudaranya Hasan (12 tahun) dari Hebron. Sementara itu dari Kota Lama mereka menangkap Ganadi Nidhal (9 tahun) dan dua orang kakak beradik, Ibrahim dan Syarif, masing-masing baru berumur 11 dan 12 tahun.

Al-Asyqar menambahkan, selama tiga bulan terakhir, penderitaan tawanan Palestina di penjara Israel makin meningkat, menyusul kebijakan tahanan yang mengabaikan masalah kesehatan. Seperti menimpa Zahir Lubadah yang berada diambang maut, akibat kebijakan penjara yang sengaja menunda-nunda pengobatannya. Padahal penyakitnya harus segera ditangani, untuk segera dilakukan operasi pada ginjalnya. Demikian juga yang menimpa Muhammad Abdul Aziz dari Jabalia yang menderita kelumpuhan total dan kondisi kesehatanya terus menurun.

Selian itu, Sembilan wartawan masih dipenjara di tahanan Zionis. Sebagian mereka bahkan sudah mendekam selama enam tahun lebih. Demikian juga dengan tawanan yang terancam devortase ke Gaza dan ke luar negeri. Jumlah mereka meningkat jadi 15 orang.

Di sisi lain, komisi tawanan Palestina menghimbau organisasi internasional untuk megintervensi Israel agar menghentikan kejahatanya terhadap tawanan Palestina, sesuai dengan kesepakatan Jenewa ke 4, ungkapnya. (asy)

1 Response so far »

  1. 1

    munandarsyahrir said,

    Israel memang kurang ajar,,,

    Kunjungi blogku juga yah :

    http://munezchan.wordpress.com/


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: