Sabri Kritik Negosiasi dan Keputusan KTT Arab Soal al Quds


[ 01/04/2010 – 01:39 ]

Detikworld-Kairo – Infopalestina: Khatib masjid al Aqsha, Sheikh Ikrima Sabri menegaskan bahwa apa yang dihasilkan dari KTT Arab baru-baru ini tidak sampai bisa memberikan ancaman pada Zionis Israel, terkait dengan masalah Palestina dan apa yang mungkin dihasilkan dari tindakan Zionis terhadap tempat-tempat Islam dan Kristen di al Quds.

Hal tersebut disampaikan Syeikh Sabri dalam wawancara dengan koresponden Infopalestina, selama kunjungannya ke Kairo, Rabu (31/3). Dia mengatakan, “Meskipun kami menghargai keputusan para menteri luar negeri Arab yang bertemu di Libya yang mengalokasikan anggaran untuk kota al Quds sebesar lima ratus juta dolar untuk mendukung lembaga-lembaga Yerusalem dalam sektor kesehatan dan pendidikan dan perumahan, dll, tapi kami melihat KTT tidak memberikan keputusan yang kuat untuk membantu menghentikan Israel dan tindakan-tindakannya, serta menghentikan aksi yahudisasi dan perluasan pemukiman.”

Syeikh Sabri juga mendesak para pemimpin Arab untuk “meningkatkan anggaran al Quds, agar warga al Quds dan kaum muslimin bisa menghadapi rencana yahudisasi dan bahaya yang mengancam al Aqsha.” Dia meminta para pemimpin Arab untuk melaksanakan rekomendasi yang dikeluarkan setiap tahun.

Syeikh Sabri mengingatkan bahwa al Quds membutuhkan anggaran tahunan yang konkrit senilai setengah miliar dolar untuk menutupi pengeluaran hidup di bawah pengepungan, biaya pelayanan perumahan, pendidikan, kesehatan dan berbagai bidang, dan menghadapi bahaya yahudisasi yang mulai meningkat dan sanga cepat lajunya. Dia mengkritik kurangnya “rencana strategi batuan terpadu untuk menolong kota al Quds yang diduduki penjajah Zionis.”

Khatib Masjid Al-Aqsha ini menegaskan, “Jangan mengandalkan negosiasi dengan penjajah, karena entitas Zionis tidak ingin solusi yang adil. Mereka mengambil negosiasi untuk menunda dan memperlambat waktu untuk memperpanjang pendudukan.” Dia menyatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, berulang kali bahwa menegaskan bahwa al Quds tidak masuk dalam negosiasi. Untuk diketahui bahwa permukiman hanya menyisakan 3% dari tanah Palestina bersejarah.

Sabri terlalu menganggap peting seruan untuk membekukan pembangunan permukiman. Dia mengatakan, “Itu tidak cukup untuk menghadapi penyebaran pemukiman yang begitu besar, yang menghalangi pendirian negara Palestina yang berdaulat.” Dia menjelaskan bahwa “al Quds saat ini sedang menghadapi 3 rencana, yang pertama dan kedua berupa pembangunan sinaog al Kharab dan penyitaan Masjid Ibrahimi di Hebron.”

Sedangkan rencana yang ketiga, ungkapnya, “Upaya Israel untuk mengubah sekolah al Tanakuziyah menjadi sinagog. Meskipun faktanya bahwa sekolah ini dinisbatkan pada Pangeran Tanakuz an Nashiri.” Dia menjelaskan, “Tragisnya, sekolah ini terletak di dinding barat Masjid Al-Aqsha, yakni berdekatan dengan dinding Buraq, hal ini mengancam penghancuran Masjid Al-Aqsha.” (asw)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: