Politisasi Rekonstruksi Gaza adalah Pelanggaran Terhadap Kemanusiaan


[ 31/03/2010 – 12:07 ]

Detikworld-Kuwait – Infopalestina: Ketua Organisasi “Parlemen Anti Korupsi” International yang juga Sekretaris Jenderal “Gerakan Konstitusi Islam” di Kuwait, Dr. Nasser Shani’ mempertanyakan nasib janji-janji dana yang disampaikan perintah resmi Arab untuk mendukung Gaza yang diblokade, selama periode pasca mengikuti perang penghancuran yang dilancarkan Zionis di Jalur Gaza, yang menyebabkan lebih dari 1600 orang gugur.

Dalam pernyatan khusus kepada koresponen Infopalestina, Shani’ mengatakan, “Rakyat memantau dengan seksama alokasi dana besar dari lebih sebuh negara Arab untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina yang dikepung setelah perang, namun tidak ada uang sedikitpun dari dana tersebut yangs ampai atau belum diketahui nasibnya sampai sekarang.”

Shani’mengingatkan bahwa sejumlah janji telah disampaikan KTT Ekonomi di Kuwait demikian juga KTT Doha, di samping semiliar reyal yang dialokasikan oleh Raja Saudi Abdullah Bin Abdul Aziz dan dia mengumumkan hal itu, tetapi tidak ada yang tahu atau mengetahui bagaimana, kapan dan di mana uang itu sekarang?!!.

Dalam konteks yang sama, Shani’ mengecam keras penghentian pelaksanaan keputusan-keputusan Konferensi Rekonstruksi Gaza, yang telah mengumpulkan lebih dari 73 negara Arab dan asing di Sharm el-Sheikh di pascaperang Gaza dan pengumpulan dana oleh mereka yang hadir dengan jumlah sangat besar – yang menurut pada penyumbang saat itu – jumlahnya mencapai lebih dari 6 miliar dolar.

Dia mengatakan, “Politisasi konferensi dan apa yang dikeluarkan serta pencegahan aliran dana yang sudah diumumkan untuk rekonstruksi Gaza, adalah limbah kejahatan Zionis. Hal ini menjadi aib besar di muka konferensi, dari mereka yang melihat – melalui saluran televisi dan puluhan laporan PBB, internasional dan organisasi hak asasi manusia – besarnya kejahatan dan kehancuran yang ditimbulkan oleh perang Zionis di Gaza.”

Dia mengatakan, “Pengaitan pencairan dana dengan penggantian pemerintahan yang sah di Jalur Gaza dan menukar bantuan kepada orang-orang yang terkena bencana dengan sikap-sikap politik, merupakan pelanggaran terhadap semua arti kemanusiaan dan hukum internasional.” Shani’ mengecam politisasi bantuan kemanusiaan yang dianggapnya pelanggaran yang jelas terhadap poin-poin Konvensi Jenewa dan hukum kemanusiaan internasional. (asw)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: