Pemecatan Tidak Adil di Tepi Barat Akibat Pelaksanaan Peta Jalan


[ 30/03/2010 – 10:46 ]

Detikworld-Ramallah – Infopalestina: Salah seorang pemimpin di otoritas Ramallah menegaskan bahwa pemecatan sewenang-wenang terhadap para guru dan imam masjid di Tepi Barat terjadi karena melaksanakan rencana “peta jalan”.

Hal tersebut terungkap dalam laporan surat kabar Zionis “The Jerusalem Post” edisi Senin (29/3) yang membahas tentang kasus pemecatan secara sewenang-wenang oleh milisi Abbas di Tepi Barat terhadap para pejabat pemerintah yang menjadi anggota Gerakan Perlawanan Islam Hamas. Pemimpin di otoritas Ramallah ini mengatakan, “Kami telah memecat lebih dari seribu guru dan 300 imam masjid sebagai bentuk pelaksanaan dari klausul melawan “provokasi” di dalam rencana (peta jalan).”

Dia menambahkan, “Kadang-kadang kami harus mengusir guru dan imam masjid karena komitmen agamanya yang tinggi meskipun mereka tidak termasuk dalam Gerakan (Hamas),” mengutip peristiwa pepecatan seorang guru dari Beit Laqia di pinggiran Ramallah bernama Hudail Mufarija yang mengajar di sebuah sekolah di Beitunia. Dia mengatakan guru tersebut tidak berafiliasi pada gerakan Hamas, tapi dia sangat religius dan menghafal Alquran. “Mereka-mereka itu tidak kami inginkan ada di sekolah-sekolah kami,” katanya.

Dia mengatakan, “Kami telah memutuskan untuk berperang melawan “provokasi”dan kegiatan politik di masjid-masjid dan sekolah-sekolah. Ini adalah bagian dari komitmen kami pada syarat-syarat dalam rencana (peta jalan).”

Dia menambahkan, “Banyak dari mereka yang diusir karena menolak mendukung gerakan Fatah dan Otoritas Palestina.” Yang lainnya diusir karena mereka telah menjadi sangat religius dan dikhawatirkan pada suatu hari nanti mereka bergabung dengan gerakan (Hamas)!.

Surat kabar Israel ini mengutip dari seorang pejabat senior di Departemen Pendidikan di Ramallah yang mengatakan, “Kami bekerja atas perintah dinas keamanan. Kami tidak mempunyai pertanyaan apapun ketika datang perintah berkaitan dengan ke masalah keamanan.”

Jerusalem Post menjelaskan peran penting yang dimainkan oleh “menteri” Wakaf di Ramallah, Mahmud Habash, dalam berbuat sewenang-wenang terhadap para imam masjid dari Hamas. Hal ini dipengaruhi oleh dendam karena masalah pribadi dengan Hamas yang memecatnya dari kementrian karena masalah moral dan keuangan.

Menurut Jerusalem Post , dialah yang melakukan pengawasan terhadap semua khutbah dan mengeluarkan instruksi yang ketat mengenai materi khutbah dan melarang “provokasi” di masjid-masjid. (asw)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: