Sejuta Mangrove Ditanam di Delta Mahakam


Sejuta Mangrove Ditanam di Delta Mahakam

Samboja, Kutai Kartanegara (ANTARA) – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak mencanangkan program penanaman satu juta pohon mangrove (bakau) di kawasan Delta Mahakam, Kelurahan Handil Baru, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis.

Acara penanaman satu juta pohon mangrove tersebut diprakarsai oleh Total E & P Indonesie (TEPI) yang ditandai dengan penanaman bibit mangrove oleh Awang beserta Muspida provinsi dan kabupaten Kukar serta jajaran manajemen TEPI.

“Selain itu, penanaman bibit mangrove juga dilaksanakan oleh 200 warga dan kelompok masyarakat, pelajar serta aparat pemerintah di Desa Sepatin, Muara Pantuan dan Tani Baru, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kukar,” kata Executive Vice President Operations & East Kalimantan District Manager TEPI Hardy Pramono.

Setelah pencanangan ini, kata dia, penanaman bibit mangrove yang disediakan oleh TEPI akan terus dilakukan oleh masyarakat.

“Proses penanamannya diperkirakan akan berlangsung selama tiga bulan hingga Juni 2010, mencakup wilayah seluas 655 hektare,” katanya.

Ia mengatakan, Pemprov Kaltim dan Pemkab Kutai Kartanegara melalui Dinas Perikanan dan Kelautan memberikan dukungan pelatihan dan penyuluhan bagi masyarakat.

Hardy mengatakan, program penanaman satu juta pohon mangrove di kawasan Delta Mahakam merupakan wujud nyata dukungan TEPI terhadap program Kaltim Hijau yang dicanangkan pada acara Kaltim Summit 2010 beberapa waktu lalu.

“Program ini juga menjadi bukti komitmen TEPI yang disampaikan dalam lokakarya `Penyelamatan Delta Mahakam` pada tanggal 27-28 Oktober 2009 di Samarinda,” katanya.

Program penanaman pohon mangrove, katanya, merupakan salah satu langkah penting penyelamatan kawasan Delta Mahakam yang berkelanjutan.

Data Pemprov Kaltim 2009 menyatakan bahwa dari luas Delta Mahakam 108.869 hektare, 85 persen telah mengalami kerusakan, sehingga berdampak pada rendahnya produktifitas budidaya perairan di kawasan tersebut.

Kerusakan disebabkan oleh alih fungsi lahan dan penebangan hutan mangrove yang tidak terkontrol untuk dijadikan pemukiman, tambak serta kegiatan usaha perikanan lainnya.

“Meskipun dampak kegiatan TEPI di Delta Mahakam sangat minim, namun TEPI telah secara aktif melakukan program rehabilitas lingkungan di kawasan tersebut,” kata Hardy.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: