Sepucuk surat “Akang”


Sepucuk surat “Akang”

Masih terlintas dengan jelas saat kita bersama memendam rindu dan cinta akan kesyahidan. Masih terdengar jelas di telingaku nasihat nasihatmu akan kesabaran dan keistiqomahan dalam mengemban kewajiban jihad fie sabilillah. Genggaman tanganmu yang erat seraya berkata “Sabar akhi, saling mendoakan” terasa indah saat ini. Ketika melihat kau di balik terali besi penguasa durjana, serasa membakar dan membuka kembali ingatanku akan wajah dan semangatmu. Tiada kata menyerah dan takut dalam kamusmu ketika menghadapi kafir kafir musuh Allah. Alunan nasyid yang senantiasa kita dengarkan bersama seakan mengoyak kembali luka luka lama akan sikap sadis para penguasa thaghut yang sering kau ceritakan. “Allah di belakang kita, akhi”. Kata itu yang memberiku semangat untuk terus melanjutkan perjuangan dan cita kita bersama.

Akhi, bolehlah penguasa durjana memenjarakanmu. Tetapi semangat dan nasihatmu akan selalu kami kobarkan selalu. Tausiyahmu untuk selalu membela ulama ahlut tsughur menjadikan semua rintangan seakan mudah. Akhi, kalaulah kita nanti tidak bertemu lagi, ingatlah bahwa akan ada seribu pemuda yang akan kami bangkitkan melawan pemerintahan thaghut. Akan kami bakar semangat mereka. Akan kami jadikan engkau figur perjuangan kami.

Akhi, doakanlah kami yang masih berada di luar jeruji besi ini. Karena kami tahu doa orang yang teraniaya sungguhlah dekat. Apalagi engkau tengah memperjuangkan kalimat Allah Azza Wa Jalla. Bagi kami engkau adalah pahlawan dan pejuang Islam sejati, meskipun ulama yang berpenyakit hatinya menyebutmu sebagai teroris laknat. Meskipun para tokoh ummat menjulukimu musuh perdamaian. Tetapi kami tahu, engkaulah pembela Islam sebenar. Tidak hanya kata dan seruan yang kau berikan untuk Islam, namun darah dan nyawamu pun kau persembahkan untuk agama mulia ini. Bagimu tiada kompromi bagi perusak perusak aqidah. Sebagaimana nasihatmu untuk terus berjihad dan berjihad, hingga maut memisahkan raga dan nyawa.

Yaa Allah, jika hambamu ini diijinkan meminta kepada Engkau, jadikan saudaraku Fatih syahid sebagaimana yang selama ini dia cita citakan. Namun bangkitkan seribu Fatih dan jadikan ratusan orang sebagaimana dia. Yaa Allah, jadikan kami sebagai saudaranya menjadi penerus perjuangannya sebagaimana perjuangan Rasulullah SAW, kekasih-Mu. Yaa Allah, jadikan darah kami ini murah dihadapanmu, dan jadikan nyawa ini tak berharga di hadapan perjuangan menegakkan agamamu.

Yaa Rahman, hancurkanlah musuh musuh agama ini. Luluhlantakkan mereka sebagaimana engkau meluluhlantakkan gunung dan bebatuan. Hancurkanlah pemerintahan kafir ini, Yaa Allah. Hancurkanlah Amerika dan Israel, musuh kami, sebagaimana Engkau hancurkan Uni Sovyet.

Akhi……,semoga Allah menerima semua amalan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: